Panen Ciherang di Pakem Sleman Capai 8,7 ton Per Hektare

Sleman, Media Center – Panen raya padi varietas ciherang di Bulak Pelem Harjobinangun Pakem, belum lama ini, mencapai 8,7 ton rata-rata per hektare. Hasil panen perdana ini cukup menggembirakan berkat sistem tanam dan pemupukan yang benar sesuai dengan anjuran dari Dinas Pertanian, dan Perikanan. Kelompok tani Mulyo Mukti, dusun Pelem, menanam padi varietas ciherang  dengan sistim tanam Tajarwo 2:1, tajarwo 3:1, tajarwo 4:1. tajarwo 5:1 dan tajarwo 6:1 di atas  lahan seluas 1 hektar yang merupakan Demplot SLPTT.

Dengan sistem tersebut ternyata memudahkan perawatan, misalnya dalam pemupukan tidak harus menginjak tanaman karena bisa lewat gol/kalenan. Di samping itu dengan sistim pemupukan yang benar, misalnya dengan pupuk organik, pupuk urea dan phonska dengan perbandingan sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan. Sebelum pelaksaan panen raya padi ciherang tersebut didahului dengan upacara adat wiwit dan kirab budaya yang dipimpin oleh ketua kelompok Mulyo Mukti dan potong tumpeng sebagai rasa syukur ataas hasil panen yang baik.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain kepala dinas Pertanian, Perikanan dan Khutanan kabupaten sleman Ir. S. Riyadi Martoyo, MM, Sekcam Pakem Edy Harmana, SH, Kapolsek dan Danramil Pakem. Dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. S. Riyadi Martoyo, MM antara lain menyampaikan bahwa dengan hasil yang bagus tersebut petani patut bersyukur. “Dengan hasil panen yang cukup baik tersebut ke depan perlu ditingkatkan labih baik dengan sistem penanaman dan pemupukannya sesuai dengan anjuran,” katanya.

Menurutnya,  tidak benar anggapan yang mengatakan selama ini bahwa tanaman padi adalah tanaman air,  tetapi yang benar tanaman memang butuh air tetapi tidak harus selamanya direndam/dilep. “Yang perlu diketahui juga oleh petani bahwa biasanya petani kalau tanam terlalu dalam dengan anggapan akan lebih kuat. Hal tersebut sebenarnya tidak benar, tanam yang baik dan dianjurkan justru tanam jangan terlalu dalam cukup 2 sentinan,” katanya.

Dikatakan,  dengan penanaman yang tidak terlalu dalam justru anaknya akan banyak dan akarnya kuat dan tidak mudah roboh.  Yang juga perlu diperhatikan, menurut Riyadi, adanya parit/got sangat dibutuhkan  karena tanaman padi juga perlu dikeringkan dan biasanya pemupukan tidak memerlukan air. “Di samping itu, dengan pola tanam tajarwo paka dalam perawataan akan lebih mudah baik dalam pemupukan maupun penyemprotan.

Sementara itu ketua kelompok tani Mulyo Mukti Muhammad Sukardi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa kelompok tani Mulyo Mukti memiliki anggota aktif  28 orang dan anggota pasif 25 orang. dengan luas wilayah lahan sawah 16 ha dan pekarangan 3 ha. Pola tanam yang digunakan padi-padi-padi seluas 5 ha, padi-padi-polowijo 6 ha, padi-padi-sayuran 4 ha dan padi-sayuran-sayuran seluas 1 ha. Sedang komoditas unggulan padi-jagung, kacang, cabai dan sayuran.

Disampaikan pula bahwa sistem pembibitan dengan pola bersama, artinya dalam membuat bibit dalam satu tempat secara bersama-sama, dimana petani tidak membuat sendiri-sendiri, tetapi dibuat dalam satu tempat dengan bibit yang sesuai anjuran dinas dan Kehutanan Kabupaten Sleman.

image_pdfimage_print
Bagikan: