Sleman – Sekitar 45 persen pasar tradisional di Kabupaten Sleman mengalami rusak. Hal itu dikarenakan faktor usia sehingga kebanyakan kerusakan terjadi pada atap. Secara bertahap, Dinas Pasar Sleman melakukan renovasi pasar yang rusak.
Kepala Dinas Pasar Dra Tri Endah Yitnani MSi mengatakan, total pasar di Sleman ada sekitar 40 pasar dengan kategori pasar besar 6, sedangkan sisanya pasar sedang dan kecil. Kondisi saat ini, sekitar 45 persen yang ada di Sleman mengalami rusak pada atap dan drainase.
“Tiga tahun lalu, pasar yang rusak justru 70 persen dari total pasar yang ada. Sekarang tinggal 45 persen yang rusak karena tiap tahun ada renovasi dan perawatan untuk pasar-pasar,” kata Endah, Kamis (26/2).
Adapun pasar kategori besar, yaitu Pasar Prambanan, Pasar Sleman, Pasar Gamping, Pasar Tempe, Pasar Godean dan Pasar Pakem. Pasar sedang diantaranya, Pasar Cebongan, Condongcatur, Sambilegi, Denggung, Gentan, Ngijon, Kebonagung, Minggir, Balangan dan lainnya. Sedangkan pasar kecil diantaranya, Tegalsari, Potrojayan, Gendol, Kemlongko dan lainnya.
Pasar yang rusak ini hanya dikategorikan rusak ringan karena hanya rusak pada atap dan saluran drainase. Kebanyakan pasar di Sleman dibangun pada tahun 1980 dan 1986 sehingga sudah selayaknya dilakukan renovasi.


