Potensi Keberagaman Budaya Bisa Datangkan Devisa

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bila melihat potensi keberagaman yang ada di Indonesia, tentunya memiliki manfaat besar, seperti dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. 

Kemudian dalam bidang pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing-masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi pembangunan nasional.

“Berkaitan dengan hal ini, saya ingin mengingatkan kembali bahwa kondisi masyarakat Sleman yang heterogen ini dengan berbagai latar belakang budaya, agama adat istiadat dan lain-lain, sering kali dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak menyukai keanekaragaman ini sehingga menyebabkan munculnya gesekan atau konflik, yang pada akhirnya akan merugikan kita semua,” kata Sri Purnomo usai menghadiri dialog budaya di Sleman, Rabu (17/6).

Sri Purnomo juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya, untuk menggugah masyarakat kembali mengaplikasikan nilai-nilai budaya sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus mulai menanamkan kembali kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung dari leluhur. Langkah ini dapat dimulai dari diri sendiri, hubungan keluarga, dan dalam hubungan kemasyarakatan untuk menghadapi tantangan dan menanggulangi permasalahan secara komprehensif,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa hanya bangsa yang menghargai sejarah dan budayanyalah bangsa bisa menjadi besar dan kuat. Untuk itu jangan sekali-kali melupakan sejarah dan budaya sendiri. Namun kenyataannya yang terjadi adalah memudarnya budaya di berbagai lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketahanan budaya masyarakat semakin rentan terhadap perubahan globalisasi, terjadinya ketegangan, ketidakserasian antar masyarakat dan terkikisnya nilai-nilai keluhuran di dalam masyarakat.

Menurut Sri Purnomo dengan dialog budaya dapat mengeleminasi konflik terbuka di masyarakat yang kerap berujung pada kekerasan, akiÀÀbat adanya berbagai perbedaan. Dengan dialog budaya diharapkan akan membangun kesadaran bersama dalam masyarakat, bahwa perbedaan yang muncul merupakan suatu keniscayaan.

“Melalui dialog budaya akan ditemukan kebenaran bersama. Selain itu dengan melakukan dialog budaya selain akan membangun kesadaran bersama yang nantinya dapat mengeleminasi konflik dan menciptakan kehidupan yang harmonis,” tutur Sri Purnomo.

image_pdfimage_print
Bagikan: