WKSBM Abhinya Menebar Manfaat Sosial

Ngaglik – Seragam merah maron yang dipakai para generasi muda karang taruna Girirupo seakan menggambarkan generasi muda saat ini bangkit untuk menggerakkan roda pembangunan di pedesaan utamanya dalam pembangunan bidang bantuan sosial.  Pemuda-pemuda yang kreatif inilah yang telah menggerakkan teman-teman sebayanya untuk aktif dalam kegiatan sosial di dusunnya.

Salah satu kegiatan sosial itu adalah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang merupakan sistem kerjasama antar keperangkatan pelayanan sosial di akar rumput yang terdiri atas usaha kelompok, lembaga maupun jaringan pendukungnya. Di Dusun Girirupo kelompok ini dinamai WKSBM Abhinya yang beralamat di Dusun Girirupo, Padukuhan Besi, Desa Sukoharjo dan diketuai Ancas Prasetyo Nugroho. 

Ketua WKSBM Abhinya, Ancas Prasetyo Nugroho dalam laporannya menyampaikan bahwa dana yang dikumpulkan dari masyarakat selama setahun berjumlah Rp7.997.500 dan telah dimanfaatkan untuk pembangunan fisik dan non fisik sebesar Rp3.845.500. Sampai saat ini WKSBM Abhinya masih punya kas Rp4.152.000. “Dana yang masih ada juga akan digunakan untuk membantu yang membutuhkan di lingkungan Besi ini,” papar Ancas saat acara ulang tahun pertama WKSBM di Masjid Minnathul Muslimin, Gang Girirupo Sakti, Mbesi, Desa Sukoharjo, Minggu (19/5/2019).

Peringatan hari ulang tahun pertama WKSBM mengambil tema bersama sama menebar manfaat dan mempererat persaudaraan. Turut hadir Camat Ngaglik, Subagya dan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto dan masyarakat sekitarnya.  Acara ini sekaligus buka puasa bersama masyarakat.

Dalam kesempatan ini Camat Ngaglik menyampaikan apresiasinya, “ini menjadi salah satu contoh generasi muda kreatif untuk kepentingan masyarakat, sekaligus juga untuk membantu masyarakat dalam pengentasan kemiskinan di daerah kita ini,” ungkap Subagya. Untuk itu Subagya menyampaikan selamat kepada pengurus dan masyarakat di dusun ini. 

Dalam kesempatan tersebut menyerahkan bingkisan untuk 7 orang yang berhak menerima bantuan. Dari akhir acara diisi kajian terkait masalah penanggulangan riba dan cara mendapatkan solusi agar tidak terkena riba oleh Dody Rosmara dari Program Wakaf Tunai MUI DIY. (KIM Ngaglik /Suripto)

image_pdfimage_print
Bagikan: