Menaruh Harap Pada Pemimpin Baru

Suksesi kepemimpinan merupakan hal yang niscaya dalam tata pemerintahan dan iklim demokrasi di Indonesia. Dalam jangka periodik, pimpinan dari tingkat lembaga kemasyarakatan hingga lembaga tinggi negara datang pergi silih berganti.

Setelah hampir satu tahun mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19, proses pergantian pucuk pimpinan di Kalurahan Sukoharjo akhirnya tercapai dengan digelarnya upacara serah terima jabatan dari penjabat lurah kepada lurah definitif pada Senin (28/12/2020) di Aula Kalurahan Sukoharjo.

Bara Hernowo Natali, selaku penjabat lurah mengaku memiliki kesan baik terhadap pemerintahan dan warga Kalurahan Sukoharjo selama menjalankan tugas di sini.

“Setelah 14 bulan menjabat lurah di Kalurahan Sukoharjo tiba saatnya bagi saya untuk undur diri, menyerahkan estafet kepemimpinan kepada lurah definitif yang telah dilantik sebelumnya. Rasa syukur dan terimakasih saya kepada staf kalurahan dan semua warga masyarakat yang dengan tangan terbuka menerima kehadiran saya. Tak lupa, saya memohon maaf yang sebesar-sebesarnya apabila selama menjabat masih banyak kekurangan dan kekhilafan, semoga ini bukan menjadi akhir dari silaturahmi yang baik selama ini,” ungkapnya.

Dalam pidato sambutannya, Hadi Subronto selaku lurah terpilih dan terlantik, selain mengucapkan terimakasih atas kepercayaan masyarakat juga menyatakan bahwa dampak kontestasi pilihan lurah tidak seharusnya menyebabkan elemen masyarakat menjadi terbelah.

“Situasi pandemi dengan segala macam dampaknya masih menjadi tantangan bagi kita semua. Upaya untuk menjaga warga tetap sehat sambil terus berbenah mengangkat perekonomian menjadi prioritas penting dan mendesak untuk dilakukan. Upaya yang akan efektif ketika kita semua bergerak, tak ada lagi kubu 1 atau kubu 2 karena di Sukoharjo hanya ada yang ke-3, persatuan,” ujarnya.

Subagya, Panewu Ngaglik sekaligus mewakili unsur Muspika secara khusus mengucapkan terimakasih atas kinerja panitia pemilihan lurah serta mengucapkan selamat kepada lurah terpilih.

“Meskipun mengalami penundaan waktu pemungutan suara selama satu jam karena belum mencapai 2/3 jumlah DPT, namun secara umum proses pemungutan dan penghitungan suara pilihan lurah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dan dengan hadirnya lurah definitif ini, harapannya tata kelola pemerintah menjadi lebih baik, lebih efisien, dan sistematis, meski patut disadari bahwa beban memajukan kalurahan tidak mungkin dipikul oleh satu atau dua orang. Perlu kerjasama dari semua elemen, dari semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan kalurahan yang mandiri, progresif dan maju,” tambah Subagya.

Sementara ditemui di selasar aula, Hendi, warga yang turut menyaksikan prosesi sertijab menganggap bahwa momen ini selayaknya menjadi kemenangan bagi semua warga seraya berharap kepemimpinan baru ini mampu memberi warna baru bagi Sukoharjo, membawa kebijakan-kebijakan yang tidak sekadar menggugurkan kewajiban dan memenuhi tuntutan protokoler, akan tetapi juga mempunyai program kebijakan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh warga sepertinya. (DHI)

image_pdfimage_print
Bagikan: