Pendidikan memiliki peran untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam pembangunan bangsa, negara, dan agama. Salah satu hal terpenting adalah bagaimana mendidik karakter, yaitu penanaman nilai-nilai yang meliputi pengetahuan, kesadaran, dan kemauan, serta tindakan dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keadaan lingkungan pendidikan juga dapat menjadi tolak ukur bagaimana kualitas pendidikan yang diterima.
Hal tersebutlah yang menjadi pokok pembahasan dalam acara Workshop Muhammadiyah Green School (MGS), Sabtu (20/3/2021) yang diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Turi, Sleman. Acara
Workshop MGS sendiri merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di PCM Turi. Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan serta stakeholder sekolah Muhammadiyah di Turi dalam menjalankan program Muhammadiyah Green School.
“Muhammadiyah mempunyai komitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui amal usaha di bidang pendidikan. Pendidikan di sekolah Muhammadiyah tidak hanya mengemban misi menyelenggarakan proses pendidikan, tetapi juga mengemban amanah sebagai media dakwah amar ma’ruf nahi munkar sehingga pendidikan karakter sangat diutamakan,” terang Agus Nugroho Setiawan, Dosen Program Studi Agroteknologi UMY.
Sementara itu, Septi Nur Wijayanti, Dosen Program Studi Hukum UMY menggarisbawahi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, Menurutnya, lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan dasar manusia. “Lingkungan yang sehat merupakan lingkungan yang dapat memberikan tempat untuk berlindung dan menumbuhkan kehidupan yang baik secara fisik, psikologis dan maupun sosial,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, Septi menambahkan bahwa Muhammadiyah mempunyai komitmen terhadap lingkungan, hidup bersih, dan pendidikan sehat. “Oleh karena itu, sekolah Muhammadiyah harus mampu memenuhi hak konstitusional siswa dan guru terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” tukas Septi.
Lingkungan sekolaj sendiri memiliki peran penting sebagai wadah mengembangkan diri dan membangun sebuah karakter. Atas dasar itu, lingkungan sekolah harus didesain dengan tujuan untuk dapat membentuk karakter yang baik, serta mampu menjadi sumber pembelajaran. Selain itu, lingkungan sekolah juga harus dapat menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif, afar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi diri mereka untuk mendapatkan pengetahuan mengenai spiritual, keagamaan, kecerdasan, akhlak, dan keterampilan yang diperlukan.
“Pendidikan jangan lagi dipahami sebagai sebuah beban, tetapi harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, membebaskan, memanusiakan dan memaknai kehidupan secara baik,” tambah Anisa Dwi Makrufi, Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam UMY. (Arief Hartanto)


