Sleman – Menjelang Pemilihan Umum 14 Februari 2024, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman mulai memetakan potensi kerawanan dalam Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Pemetaan ini penting dilakukan sejak dini, mengingat banyaknya pelanggaran Pemilu terjadi di TPS, terutama di wilayah Depok,” ujar Komisioner Panwaslu Depok Huda Al-Amna, dalam Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Umum yang diselenggarakan Kapanewon Depok, Senin (18/9/2023).
Menurut Huda, dalam melakukan pemetaan kerawanan TPS, terdapat beberapa variabel penting yang akan digunakan. Variabel pertama, menurut Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ini adalah dilihat dari pengguna hak pilih.
“Poinnya dapat kita lihat dari penggunaan hak pilih dari Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) dalam TPS tersebut,” ujarnya menjelaskan.
Selain itu, Huda turut menggarisbawahi terkait fokus pengawasan berkenaan dengan TPS yang dekat lokasinya dengan rumah sakit, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lain.
Variabel kedua, lanjut alumnus UIN Sunan Kalijaga ini, berkenaan dengan model kampanye di TPS. Model kampanye bisa dengan menggunakan politik uang atau menghasut masyarakat dengan menggunakan isu politik suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Kita punya pengawas TPS, nanti kita maksimalkan untuk mengawasi dan mengidentifikasi sebagai TPS rawan manakala ditemukan kampanye dengan metode yang telah melanggar aturan KPU maupun Bawaslu,” tambahnya.
Variabel lain yang menjadi fokus perhatian dalam pemetaan adalah netralitas penyelenggara itu sendiri. Huda bercerita tentang Pemilihan Umum 2019 lalu, bahwa terjadi indikasi kecurangan yang disebabkan oleh oknum penyelenggara itu sendiri.
“Penyelenggara harus netral, jangan mendukung salah satu pasangan calon apapun, baik Pilpres, DPD, maupun DPR di setiap tingkatannya,” ujar Sarjana Pendidikan ini.
Selain itu, menurut pria kelahiran Magelang Jawa Tengah ini, identifikasi TPS rawan juga mempertimbangkan dekat tidaknya dengan posko pemenangan salah satu kontestan Pemilu. TPS yang lokasinya dekat dengan posko pemenangan dapat diklasifikasikan sebagai TPS rawan untuk diantisipasi.
Rakoor yang diselenggarakan di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok ini dipimpin oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok Deni Irwandi. Selain Ketua Panwaslu Depok Adihanto Purnomo, hadir juga Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo. Dari Danramil 11 Depok hadir Serma Irsan Nurhadi, Serka Supa’at, dan Serda Bambang.
Adapun pihak Kepolisian, turut hadir pula Aiptu Zaenudin dan Bripka Bagyo dari Polsek Depok Timur, Aipda Widodo dari Polsek Bulaksumur, dan Aiptu Dodi Kurniawan dari Polsek Depok Barat. (Athiful/KIM Depok)


