Ngaglik — Forum Budaya Kapanewon Ngaglik resmi dilantik pada Senin (28/4/2025) di Aula Kapanewon Ngaglik. Pelantikan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat pelestarian budaya lokal dan membangun sinergi antarelemen masyarakat.
Pelantikan yang dihadiri berbagai pihak ini sekaligus menandai dimulainya program-program pengembangan budaya di wilayah Ngaglik. Dalam kesempatan tersebut, pengurus baru segera menyusun rencana tindak lanjut, termasuk koordinasi internal di antara para koordinator dan kolaborasi lebih luas dengan pelaku budaya di seluruh wilayah Ngaglik.
Salah satu fokus utama Forum Budaya adalah mempererat hubungan dengan dunia pendidikan. Pengurus berencana mengundang kepala sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA untuk mengajak para guru dan siswa lebih aktif dalam kegiatan budaya. Pelibatan institusi pendidikan diharapkan menjadi kekuatan baru dalam upaya menjaga dan menghidupkan tradisi budaya lokal.
Tak hanya itu, Forum Budaya Ngaglik juga berencana membentuk Sentral Budaya sebagai pusat kegiatan rutin. Berbagai pelatihan akan digelar, seperti pelatihan MC budaya, sinoman, tari tradisional, mocopat, dan geguritan, dengan tujuan memperbanyak masyarakat yang terampil dalam bidang seni dan budaya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Forum Budaya akan membentuk sekretariat sebagai pusat administrasi dan komunikasi antar pengurus. Keterlibatan para sesepuh budaya juga direncanakan untuk memberikan arahan serta menjaga keaslian nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam arahannya, Ketua Forum Budaya Ngaglik, Sigit Triyanan, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. Ia menyatakan bahwa penguatan terhadap para guru perlu dilakukan lebih dulu, agar mereka mampu membimbing siswa memahami dan mencintai kebudayaan lokal.
“Melibatkan siswa dalam kegiatan budaya perlu dimulai dengan membekali para guru. Guru adalah kunci dalam mengarahkan generasi muda untuk mencintai warisan budaya kita,” ujar Sigit.
Ke depan, Forum Budaya Kapanewon Ngaglik akan segera merumuskan program-program prioritas untuk dijalankan secara kolaboratif, memperkuat struktur organisasi, dan mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat demi kemajuan budaya lokal.
Dengan pelantikan ini, diharapkan upaya pelestarian budaya di Kapanewon Ngaglik semakin terstruktur, dinamis, dan berkesinambungan. (ESK – KIM DSN)


