Warga Nayan Maguwoharjo Gotong Royong Bangun Pondasi Balai Padukuhan

Sleman — Semangat kebersamaan warga di tingkat akar rumput kembali ditunjukkan oleh masyarakat Padukuhan Nayan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Pada Minggu (25/1/2026), ratusan warga turun ke lapangan untuk melaksanakan kerja bakti massal pembuatan pondasi Balai Padukuhan. Kegiatan ini merupakan langkah awal pembangunan fasilitas publik yang nantinya akan menjadi pusat interaksi dan pelayanan bagi warga setempat.

Pengerjaan pondasi ini dilakukan secara terencana dengan pembagian dua sif untuk menjaga efektivitas tenaga dan memastikan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Sif pertama dimulai pada pagi hari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB yang melibatkan warga RT 01. Selanjutnya, pengerjaan diteruskan oleh warga RT 02 pada sif siang mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Pola koordinasi ini sengaja diterapkan agar pembangunan tetap berjalan progresif tanpa harus mengorbankan waktu istirahat atau aktivitas personal warga secara berlebihan.

Pembangunan Balai Padukuhan ini merupakan proyek yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Nayan. Keberadaan gedung ini diproyeksikan tidak hanya sebagai kantor administrasi tingkat padukuhan, tetapi juga sebagai ruang multifungsi untuk pertemuan rutin, pelayanan sosial, hingga kegiatan keagamaan dan kepemudaan. Melalui kerja bakti ini, warga berupaya menekan biaya pembangunan sekaligus memastikan struktur bangunan memiliki ikatan emosional karena dibangun dengan tenaga mereka sendiri.

Ketua RW 24 Padukuhan Nayan, Triyono, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme warga yang hadir membawa peralatan pertukangan secara sukarela. Menurutnya, partisipasi yang tinggi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisional gotong royong masih sangat kental dan menjadi modal utama dalam memajukan lingkungan di tengah modernisasi wilayah Depok yang semakin pesat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga dalam kerja bakti besar ini. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan utama pembangunan di tingkat padukuhan. Tanpa kebersamaan, sulit bagi kita untuk mewujudkan fasilitas publik yang representatif dan mandiri,” ujar Triyono di sela-sela memantau proses pengecoran pondasi.

Salah seorang warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyambut positif pembangunan balai ini. Ia menuturkan bahwa warga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan Balai Padukuhan segera berdiri agar kegiatan kemasyarakatan memiliki wadah yang layak. Selama ini, sebagian kegiatan warga masih menumpang di rumah-rumah tokoh masyarakat atau fasilitas umum lainnya yang kurang memadai secara kapasitas.

“Kami senang bisa terlibat langsung dalam pembangunan ini. Harapan kami, balai ini nanti bisa menjadi rumah bagi semua kegiatan warga, mulai dari rapat RT, kegiatan PKK, sampai acara karang taruna. Dengan membangun sendiri, kami jadi lebih merasa memiliki dan pasti akan lebih rajin menjaga kebersihannya nanti,” kata salah seorang peserta kerja bakti yang tengah sibuk meratakan campuran semen.

Melalui aksi nyata ini, Padukuhan Nayan menegaskan komitmennya untuk melakukan pembangunan secara partisipatif dan berkelanjutan. Sinergi antara pengurus wilayah dan warga ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menggerakkan potensi swadaya masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan sosial di tingkat desa. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: