Disperindag Sleman Jamin Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran 1447 H

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok bahan pokok dan stabilitas harga di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman terkendali menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kepastian ini didapat setelah Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Disperindag melakukan pemantauan intensif secara terus-menerus terhadap pasokan dan harga komoditas, baik di pasar rakyat maupun di tingkat distributor.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa ketersediaan bahan pokok berdasarkan data stok bulan Februari 2026 di pedagang besar pasar-pasar Sleman menunjukkan kondisi yang cukup aman. Berbagai komoditas utama dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya menjelang hari raya, tetapi hingga periode pasca-Lebaran mendatang.

“Ketersediaan bahan pokok di Sleman menjelang Hari Raya Idul Fitri cukup aman, berdasarkan data stok bahan pokok bulan Februari 2026 pedagang besar di pasar di Sleman,” ujar Dwi Wulandari saat memberikan keterangan pers, Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Ia menambahkan bahwa stok komoditas tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi menjelang Lebaran.

Berdasarkan rekapitulasi akhir pemantauan, stok komoditas strategis menunjukkan angka yang meyakinkan. Pasokan beras dalam sebulan tercatat mencapai 156.075 kg dengan sisa stok sebesar 201.075 kg. Sementara itu, pasokan gula pasir berada di angka 154.180 kg dengan sisa stok mencapai 254.995 kg. Komoditas lain seperti minyak goreng memiliki pasokan sebesar 163.908 kg, daging sapi 19.890 kg, dan daging ayam ras sebanyak 125.008 kg. Lokasi pengambilan sampel data ini tersebar di berbagai pasar besar seperti Pasar Prambanan, Pakem, Gentan, Tempel, Sleman, Cebongan, Godean, hingga Gamping.

Terkait perkembangan harga, Dwi Wulandari memaparkan bahwa stabilitas harga pada minggu pertama Maret 2026 dibandingkan minggu keempat Februari 2026 relatif terjaga. Mayoritas komoditas utama seperti beras premium di harga Rp15.263/kg, beras medium Rp13.763/kg, dan daging sapi paha belakang di angka Rp141.250/kg terpantau stabil tanpa ada kenaikan. Meski demikian, terdapat kenaikan tipis pada beberapa bahan pokok, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah sebesar 5,76%, disusul gula pasir curah sebesar 1,77%, serta Minyakita sebesar 1,32%.

Di sisi lain, tren penurunan harga yang signifikan justru terlihat pada komoditas sayuran dan telur. Penurunan paling tajam dialami oleh cabai merah besar sebesar 8,74%, diikuti oleh cabai merah keriting dan bawang putih. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 3,49% sehingga kini berada di kisaran $Rp29.150/kg$.

Sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga, Pemkab Sleman melaksanakan berbagai program stabilisasi. Upaya tersebut meliputi pendampingan penyaluran Minyakita oleh distributor seperti BULOG dan ID FOOD di pasar pantauan, serta pelaksanaan operasi pasar komoditas gula pasir sebanyak 9 ton. Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan Pasar Murah di 16 titik lokasi di Kabupaten Sleman sepanjang bulan Maret 2026 ini.

Disperindag Sleman juga memperketat pengawasan terhadap barang yang beredar untuk memastikan kelayakan konsumsi. Pengawasan ini mencakup pemeriksaan masa kedaluwarsa, kesesuaian label, hingga pengujian kandungan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks yang telah dijadwalkan hingga minggu kedua Maret 2026. Dwi Wulandari mengimbau kepada para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang.

“Masyarakat juga diharapkan untuk melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan, sehingga distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar dan merata,” pungkas Dwi Wulandari mengakhiri pernyataannya.

image_pdfimage_print
Bagikan: