Bibit Pecatur Muda Bermunculan, Sleman Perkuat Kaderisasi Atlet Catur

Sleman – Sebanyak 33 pecatur usia dini dari berbagai sekolah di Kabupaten Sleman menunjukkan kemampuan dan strategi dalam Kompetisi Olahraga Usia Dini Cabang Olahraga (Cabor) Catur Kabupaten Sleman Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 September 2026 di Aula Bappeda Kabupaten Sleman ini menjadi ajang mengasah kemampuan sekaligus menjaring bibit atlet catur potensial.

Peserta berasal dari sekolah negeri dan swasta dengan latar belakang pembinaan yang beragam. Kompetisi memberikan pengalaman bertanding sekaligus melatih konsentrasi, penyusunan strategi, pengambilan keputusan, dan kemampuan menghadapi tekanan dalam pertandingan.

Ketua PERCASI Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya mengapresiasi antusiasme para peserta. Menurutnya, keterlibatan siswa dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa olahraga catur semakin diminati pelajar di Sleman.

“Saya sangat merasa bangga melihat prestasi yang diraih siswa-siswi dari berbagai sekolah, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di 17 kapanewon. Ini menjadi bukti bahwa cabor catur di Sleman semakin diminati dan menjadi primadona bagi siswa maupun sekolah untuk terus maju dan berpartisipasi,” ujar Nuradi, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembinaan. Kompetisi dapat menjadi ruang untuk mengenali anak-anak yang memiliki minat dan potensi, sekaligus memberikan pengalaman bertanding sebagai bekal menuju jenjang prestasi berikutnya.

“Yang kita cari bukan hanya juara hari ini. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini menjadi pintu masuk untuk menemukan potensi-potensi baru sebagai bagian dari kaderisasi atlet berprestasi di Sleman,” jelasnya.

Nuradi menambahkan, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan, mulai dari pengenalan, latihan rutin, mengikuti pertandingan, evaluasi, hingga pembinaan secara konsisten.

“Sleman sudah memiliki atlet-atlet catur yang prestasinya menasional bahkan mendunia. Karena itu, anak-anak yang bertanding hari ini harus kita lihat sebagai generasi penerus. Mereka adalah bagian dari mata rantai prestasi catur Sleman di masa depan,” ungkapnya.

Dari hasil pertandingan kategori putra, Afiq Aghaahza Fariustoyo dari SD Teladan menempati peringkat pertama dengan raihan 4½ poin. Peringkat kedua diraih Faturrasya Helmy Alrafeeyza dari SD Negeri Susukan, disusul Steven Broto Hutagaol dari SD Negeri Sumber 1 di posisi ketiga dan Dwi Rama Putra dari SD Negeri Donokerto di posisi keempat.

Pada kategori putri, Adawiyah Amalia Husna dari SDN Percobaan 3 meraih peringkat pertama dengan 4½ poin. Peringkat kedua ditempati Shaholaw Prinzha Herfesa dari SD N Purwomartani, disusul Qaireen Alina Shahia di peringkat ketiga dan Qisya Askadina Anoraga dari MI Sunan Pandanaran di posisi keempat.

Penghargaan kepada para pemenang diberikan dalam Upacara Penghormatan Pemenang. Medali dan uang pembinaan diserahkan Agustin Eni yang mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman.

Agustin Eni mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pertandingan dengan semangat. Menurutnya, penghargaan diharapkan menjadi motivasi bagi para juara untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mendorong peserta lainnya agar tetap berlatih dan mengikuti kompetisi.

“Bagi PERCASI Sleman, kompetisi usia dini menjadi salah satu mata rantai penting dalam membangun ekosistem pembinaan catur. Keberadaan sekolah, klub, pelatih, orang tua, dan penyelenggara kompetisi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam menciptakan ruang tumbuh bagi atlet-atlet muda,” ungkap Agustin.

Dengan semakin luasnya partisipasi sekolah dan wilayah, pembinaan catur di Sleman diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang meneruskan tradisi prestasi catur Sleman di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

(Kusnadi KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: