Sleman, InfoPublik – Dari hasil monitoring yang dilakukan tim Pokjanal kabupaten Sleman, dari 70 rumah yang terdiri 4 RT terdapat 20 rumah yang tempat air/bak mandinya positif ada jentiknya. Sementara masih banyak rumah lain yang belum dimonitor dan dimungkinkan masih banyak rumah yang positif ada jentiknya. Untuk itu diharapkan masyarakat peduli dengan lingkungan dan kebersihan, terutama yang berkaitan dengan air baik itu bak mandi, pot bunga maupun tempat yang dimungkinkan untuk genangan air untuk sarang nyamuk.
Satu anak meninggal di dusun Mancasan Dero Condongcatur Depok Sleman akibat penyakit demam berdarah. Kejadian tersebut merupakan kejadian kedua selama sepuluh tahun terakhir, Setelah kejadian pertama pada tahun 2003 lalu satu anak meninggal dunia akibat penyakit yang sama. Sedang kejadian di tahun 2013 tersebut juga diakibatkan demam berdarah. Anak yang meninggal dunia tersebut atas nama Adelaide Rizki Arka. Hal tersebut terungkap saat dilakukan monitoring Gerakan Jumat Bersih (GJB) yang dilakukan Tim Kelompok Kerja Opersional DBD (PokjanalBDB) Kabupaten Sleman, yang dilaksanakan di Mancasan Dero Condongcatur Depok.
Sementara itu kepala dusun Mancasan Dero Ribut Suparman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kejadian tersebut dimungkinkan akibat kurang bersihnya lingkungan, terutama tempat air/bak mandi yang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Karena banyaknya kos-kosan tersebut, kadang ada yang peduli dengan kebersihan, tetapi juga ada yang kurang peduli dengan lingkungan. Monitoring GJB tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan kabupaten Sleman, yang pada kesempatan tersebut mengharapkan pada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan terutama bak air agar dikuras minimal seminggu dua kali.
Sementara itu Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Heni Hendarti Wilujeng yang ikut dalam Tim Pokjanal tersebut menambahkan bahwa untuk mencegah penyakit DB banyak cara yang bias dilakukan masyarakat. Misalnya dengan membentuk Satgas pencegahan penyakit DB seperti yang dilakukan di tempat lain dengan membentuk Satgas Kancil (Kader Andalan Cilik) yang bisa melibatkan anak-anak untuk ikut memantau jentik. Tentu pada awalnya didampingi orang tua, dan selanjutnya setelah berjalan bisa dilepas setelah berjalan dengan baik. Dengan melibatkan anak-anak secara tidak langsung mendidik mereka untuk berlaku hidup sehat dan bersih.


